Pengertian Portofolio Beresiko Optimal
Portofolio yang optimal adalah portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang terdapat pada portofolio yang efisien. Tentunya portofolio yang dipilih investor adalah portofolio yang sesuai dengan preferensi investor bersangkutan terhadap return maupun terhadap risiko yang bersedia ditanggungnya.
Skema Portofolio Efisien dan Portofolio Optimal
Menentukan Portofolio Beresiko Optimal
Pada dasarnya, manajemen portofolio terdiri dari tiga aktivitas utama, yaitu:
- Pembuatan keputusan alokasi aset.
- Penentuan porsi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing kelas aset.
- Pemilihan aset-aset dari setiap kelas aset yang telah dipilih.
Dinyatakan dalam rumus:
E(Rp) = iE(Ri)
Keterangan:
E(Rp) adalah tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio,
Xi adalah proporsi dana yang diinvestasikan pada saham i (i= 1,N),
E(Ri) adalah tingkat keuntungan yang diharapkan dari saham i.
Untuk variance portofolio, rumus umumnya adalah:
P2 = i2 2 + iXj ij
Keterangan:
P2= variance portofolio,
P2= variance saham I (i= 1….., N; i j), ij = covariance saham I dengan saham j (dalam hal ini ij = ij i j)
Kerangka Berpikir Untuk Menilai Kinerja Portofolio
Adapun kerangka berpikir untuk menilai kinerja portofolio antara lain adalah:
- Tingkat Risiko, didalam mengavaluasi kinerja portofolio harus diperhatikan apakah return yang diperoleh sudah cukup memadai menutup risiko yang ditanggung (risk adjusted).
- Periode Waktu, beberapa portofolio yang sama tingkat return dan risikonya akan dinilai berbeda apabaila waktu yang diperlukan juga berbeda.
- Benchmark yang Sesuai, yaitu patokan (benchmark) yang digunakan untiuk menilai kinerja portofolio adalah portofolio yang sebanding.
- Tujuan Investasi, tujuan yang berbeda akan mengakibatkan penilaian terhadap kinerja portofolio menjadi berbeda pula.
Skema portofolio yang akan dipilih oleh investor tergantung dari fungsi utilitinya masing-masing


Tidak ada komentar:
Posting Komentar