Rabu, 16 Desember 2020

Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Pengertian Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Capital Asset Pricing Model (CAPM) pertama kali diperkenalkan oleh Treynor (1961), Sharpe (1964), dan Lintner (1965). Sharpe et., al. (2005:405) mengungkapkan bahwa Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan model penetapan harga aktiva equilibrium yang menyatakan bahwa ekspektasi return atas sekuritas tertentu adalah fungsi linear positif dari sensitivitas sekuritas terhadap perubahan return portofolio pasarnya.


Asumsi-asumsi Capital Asset Pricing Model (CAPM)

  1. Investor akan men-diversifikasikan portofolionya dan memilih portofolio yang optimal sesuai dengan garis portofolio efisien.
  2. Semua investor mempunyai distribusi probabilitas tingkat return masa depan yang identik.
  3. Semua investor memiliki periode waktu yang sama.
  4. Semua investor dapat menjamin atau meminjamkan uang pada tingkat return yang bebas resiko.
  5. Tidak ada biaya transaksi, pajak pendapatan, dan inflasi.
  6. Terdapat banyak sekali investor, sehingga tidak ada investor tunggal yang dapat mempengaruhi harga sekuritas. Semua investor adalah price taker.
  7. Pasar dalam keadaan seimbang (equilibrium).


Resiko dan Return

  • Market risk
  • Default risk
  • Inflation risk
  • Currency risk
  • Political risk

Pembentukan Model Capital Asset Pricing Model (CAMP)

Keterangan:

Perhatikan titik M, ini merupakan tingkat pengembalian yang diharapkan pada portofolio pasar sebesar E(Rm) dengan risiko sebesar βm = 1 (satu).  

Security Market Line (SML) merupakan garis pasar sekuritas yang menunjukkan bahwa risk and return berhubungan positif linear. Perhatikan SML sebelah kiri titik M. Semakin kecil risiko sistematis (β), maka expected return portofolio atau sekuritas tersebut akan semakin kecil. Sementara itu, SML sebelah kanan titik M menunjukkan bahwa semakin besar β, maka expected return portofolio atau sekuritas tersebut akan semakin besar. 

Rf merupakan risk free rate atau disebut pula sebagai investasi bebas risiko. Di Indonesia Rf dapat diwakilkan dengan suku bunga deposito atau BI Rate. Perhatikan posisi Rf yaitu berada pada β = 0 (nol). Selain itu, SML dimulai dari titik Rf sehingga Rf merupakan intercept dari SML. 

Risk Premium merupakan selisih dari Expected Return Market dengan Risk Free Rate. Hal ini menandakan bahwa risk premium merupakan kelebihan yang akan diterima investor apabila berinvestasi pada aset berisiko dengan risiko sebesar β. Sehingga, Risk Premium merupakan Slope dari SML.


Persamaan Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) adalah:

Rs = Rf + Rp

Keterangan:

Rs = Expected Return on a given risky security

Rf = Risk-free rate

Rp = Risk premium


Kelebihan Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Dalam penggunaannya, CAPM memiliki kelebihan tersendiri dalam mengestimasi return saham. Kelebihan tersebut sebagai berikut:

  1. Dapat digunakan untuk perhitungan jangka panjang
  2. Data yang dibutuhkan mudah di dapatkan.
  3. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengestimasi return.


Kekurangan Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Sebagai suatu model asset pricing yang cukup mudah digunakan, CAPM memiliki kekurangan yaitu hanya memperhitungkan market risk sebagai risiko tunggal dalam mengestimasi return saham. Dengan demikian, hasil estimasi kurang akurat.

Portofolio Beresiko Optimal

Pengertian Portofolio Beresiko Optimal

Portofolio yang optimal adalah portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang terdapat pada portofolio yang efisien. Tentunya portofolio yang dipilih investor adalah portofolio yang sesuai dengan preferensi investor bersangkutan terhadap return maupun terhadap risiko yang bersedia ditanggungnya.

Skema Portofolio Efisien dan Portofolio Optimal


Menentukan Portofolio Beresiko Optimal

Pada dasarnya, manajemen portofolio terdiri dari tiga aktivitas utama, yaitu:

  1. Pembuatan keputusan alokasi aset. 
  2. Penentuan porsi dana yang akan diinvestasikan pada masing-masing kelas aset. 
  3. Pemilihan aset-aset dari setiap kelas aset yang telah dipilih. 


Dinyatakan dalam rumus:

E(Rp) = iE(Ri)

Keterangan:

E(Rp) adalah tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio,

Xi adalah proporsi dana yang diinvestasikan pada saham i (i= 1,N),

E(Ri) adalah tingkat keuntungan yang diharapkan dari saham i.


Untuk variance portofolio, rumus umumnya adalah:

P2 = i2 2 + iXj ij

Keterangan:

P2= variance portofolio,

P2= variance saham I (i= 1….., N; i j), ij = covariance saham I dengan saham j (dalam hal ini ij = ij i j)


Kerangka Berpikir Untuk Menilai Kinerja Portofolio

Adapun kerangka berpikir untuk menilai kinerja portofolio antara lain adalah:

  1. Tingkat Risiko, didalam mengavaluasi kinerja portofolio harus diperhatikan apakah return yang diperoleh sudah cukup memadai menutup risiko yang ditanggung (risk adjusted).
  2. Periode Waktu, beberapa portofolio yang sama tingkat return dan risikonya akan dinilai berbeda apabaila waktu yang diperlukan juga berbeda.
  3. Benchmark yang Sesuai, yaitu patokan (benchmark) yang digunakan untiuk menilai kinerja portofolio adalah portofolio yang sebanding.
  4. Tujuan Investasi, tujuan yang berbeda akan mengakibatkan penilaian terhadap kinerja portofolio menjadi berbeda pula.


Skema portofolio yang akan dipilih oleh investor tergantung dari fungsi utilitinya masing-masing

Menganalisis Indeks Harga Saham, Metode Perhitungan Indeks, LQ 45 Indeks, Indeks Review and Stock Replacement, Advisory Comission, Perhitungan Angka Indeks Harga Saham Gabungan

Indeks Harga Saham

Indeks harga saham merupakan indikator yang menggambarkan pergerakan harga saham dalam suatu periode. Dengan membaca indeks ini, kita dapat mengetahui tren yang sedang terjadi di pasar, apakah sedang naik, turun, atau stabil sehingga investor dapat menentukan kapan untuk menjual, menahan atau membeli saham.


Perhitungan Harga Saham

Rumus menghitung harga saham yakni sebagai berikut: 

PBV (Price to Book Value Ratio) = Harga per Lembar Saham / Nilai Buku per lembar Saham.

PER (Price to Earnings Ratio) = Rasio Price to Earnings Ratio (PER) = Harga Saham / Laba per Saham.

PEG Ratio (Price Earning Growth Ratio) = PER (Price per Earning Ratio) adalah Rasio Harga terhadap Pendapatan dan EPS (Earning per Share) adalah laba per lembar saham.

Dividen Yield Dividend Yield = (Dividen per lembar Saham Tahunan / Nilai Pasar per lembar Saham) x 100


Metode Perhitungan Indeks

  • Metode Agregatif
  • Metode Tertimbang


Indeks LQ 45

Indeks yang terdiri dari 45 saham pilihan berdasarkan likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar, sehingga setiap 6 bulan saham yang masuk indeks ini bisa berubah-rubah tergantung kedua variable tersebut.


Indeks Review and Stock Replacement

Strategi yang menggunakan instrumen keuangan lain untuk secara efektif menciptakan kembali posisi kepemilikan saham. Ini telah digunakan oleh investor dan pedagang untuk waktu yang sangat lama dan dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi sangat populer menggunakan opsi.


Advisory Comission

Index Advisory adalah pelopor dalam mengembangkan alat tes psikometri untuk digunakan secara efektif di berbagai bidang non-tradisional. Ini adalah salah satu perusahaan India pertama yang mengembangkan tes psikometri dalam bisnis peminjaman untuk memprediksi kelayakan kredit peminjam. Tes ini banyak digunakan saat ini oleh bank dan NBFC untuk membantu keputusan kredit mereka. Melalui penelitian berkelanjutan, Index Advisory bekerja untuk membuat alat mereka lebih kuat.


Perhitungan angka Indeks Harga Saham

Indeks harga saham merupakan angka yang tersusun dengan hitungan tertentu sehingga menghasilkan trend. Sedangkan angka indeks itu sendiri dibuat untuk membandingkan perubahan harga saham dari masa ke masa.

Indeks harga saham menggunakan rumus umum:

IHS: (Ht / H0) x 100%

Keterangan:

IHS: Indeks Harga Saham

Ht : Harga pada waktu yang berlaku

H0 : Harga pada waktu dasar

Produk-produk Pasar Modal

A. Saham Biasa (Common Stock)

Pengertian Saham Biasa

Saham biasa adalah surat berharga dalam bentuk piagam atau sertifikat yang memberikan pemegangnya bukti atas hak-hak dan kewajibannya menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan.

Hak-hak yang dimiliki oleh Pemegang Saham Biasa:

  • Hak kontrol
  • Hak menerima pembagian keuntungan
  • Hak preemptif

Resiko Investasi pada Saham:

  • Tidak ada pembagian deviden
  • Capital loss
  • Resiko Likuidasi
  • Cara Membeli Saham

Di Indonesia, untuk membeli saham seseorang harus mendaftar menjadi investor terlebih dahulu pada perusahaan efek dengan membayarkan sejumlah uang sebagai deposit. Perusahaan efek yang dimaksud dalam hal ini yaitu Bursa Efek Indonesia (IDX). Cara lain untuk membeli saham adalah melalui pialang saham. Terdapat jumlah minimal pembelian saham dalam Bursa Efek Indonesia yaitu sebesar 1 lot atau 100 lembar. Jadi, semisal harga 1 lembar saham adalah senilai Rp3.710, maka investor memerlukan modal sebesar 100 x Rp3.710,- = Rp. 371.000,-.


B. Bonds dan Notes (Obligasi)

Pengertian Obligasi

Obligasi merupakan surat pengakuan utang jangka panjang yang dikeluarkan suatu perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh dana.


Jenis-jenis Obligasi

  1. Goverment Bond: Pemerintah juga membutuhkan dana untuk pembangunan negara. Salah satunya adalah dengan meminjam jangka panjang kepada masyarakat. Surat utang pemerintah ini disebut dengan Surat Utang Negara (SUN) atau lebih dikenal dengan nama obligasi pemerintah (government bond).
  2. Multicipal Bond: Multicipal bond adalah obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah misalnya pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten. Pemerintah daerah biasanya mengeluarkan obligasi ini untuk pembiayaan modal, seperti membangun jalan raya, perumahan rakyat, rumah sakit umum dan lain sebagainya.
  3. Corporate Bond: Obligasi perusahaan (corporate bond) adalah surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta dengan nilai utang akan dibayarkan kembali pada saat jatuh tempo dengan pembayaran kupon atau tanpa kupon yang sudah ditentukan di kontrak utangnya.


Manfaat Obligasi

  1. Bunga: Bunga dibayar secara reguler sampai jatuh tempo dan ditetapkan dalam persentase dari nilai nominal. Contohnya, Obligasi dengan kupon 10%, artinya pihak yang menerbitkan obligasi akan membayar sebesar Rp10 setiap Rp100 dari nilai nominal setiap tahun. Biasanya bunga dibayarkan 3 atau 6 bulan sekali.
  2. Capital gain: Sebelum jatuh tempo biasanya obligasi diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor mempunyai kesempatan untuk memperoleh capital gain. Capital gain juga dapat diperoleh jika investor membeli obligasi dengan diskon, yaitu dengan nilai rendah dari nilai nominalnya, kemudian pada saat jatuh tempo ia akan memperoleh pembayaran senilai dengan harga nominal.
  3. Hak klaim pertama: Jika emiten bangkrut atau di likuidasi, pemegang obligasi memiliki hak klaim pertama atas aktiva perusahaan.


Macam-macam Mekanisme Obligasi

  • Mekanisme penjualan obligasi di pasar perdana: Pasar perdana primary market adalah pasar yg memperdagangkan obligasi yg baru dikeluarkan emiten.
  • Mekanisme penjualan obligasi di pasar sekunder: Pasar sekunder adalah penjualan obligasi yg dilakukan oleh emiten setelah selesainya periode penjualan saham melalui pasar perdana.


Tahap dan Cara Membeli Obligasi

  1. Membuka rekening
  2. Pahami produk obligasi
  3. Lakukan analisis
  4. Memberikan amanat beli
  5. Siapkan dana
  6. Penyelesaian pembayaran obligasi


C. Forward Contract

Pengertian Forward Contract

Kontrak forward adalah suatu kontrak dimana kedua belah pihak yaitu pembeli dan penjual bernegoisasi dan menandatangani kontrak tertulis yang berisi kesanggupan kedua belah pihak untuk memperjualbelikan suatu komoditi atau aset tertentu (dalam jumlah dan kualitas tertentu), pada tingkat tertentu di kemudian hari.


Karakteristik Forward Contract

Kontrak forward merupakan hasil negosiasi langsung antara pihak pembeli dengan penjual forward. Mereka bertemu langsung dan melakukan negosiasi. Jika terjadi kesepakatan, maka kontrak forward akan disepakati.

Pada kontrak forward, resiko default cenderung tinggi, tinginya resiko default tersebut dibebankan oleh dua faktor, yang pertama resiko kontrak forward diakumulasikan sampai jatuh tempo. Yang kedua counterparty merupakan perusahaan biasa, perusahaan biasa secara umum mempunyai resiko default yang lebih tinggi dibanding dengan lembaga pemerintahan atau semi pemerintah.


D. Future Contract

Pengertian Future Contract

Kontrak future adalah suatu kontrak standar yang diperdagangkan pada buras berjangka, untuk membeli atau menjual acuan pada instrumen keuangan dalam satu tanggal dimasa yang akan datang dengan harga tertentu.

Kontrak Future adalah perjanjian antara pembeli dan penjual yang berisi:

  • Pembeli future setuju untuk membeli sesuatu (suatu komoditi atau aset tertentu) dari penjual futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, pada batas waktu tertentu dalam kontrak. 
  • Penjual future setuju untuk menjual suatu komoditi atau aset tertentu kepada pembeli future, dalam jumlah tertentu, dan batas yang telah ditentukan dalam kontrak.

Perbedaan Forward Contract dengan Future Contract:

Forward adalah perjanjian kedua belah pihak yang bentuknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan kedua belah pihak tersebut, sedangkan future memang sudah punya bentuk kontarank yang standart.

Forward tidak ada perjanjian karena 2 belah pihak sementara, future ada lembaga kliringnya atau bursanya.

Besarnya kontrak untuk forward tergantung kedua belah pihak sementara, future besarnya sudah ditentukan (sudah standart).

Jangka waktu kontrak untuk forward tergantung kedua belah pihak sedangkan future sudah ditentukan (sudah standart).


E. Option

Pengertian Option

Option merupakan hak untuk menjual atau membeli suatu efek yang diperdagangkan di bursa. Menurut penjelasan Pasal 1 angka 5 UUPM, Option adalah hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli atau menjual kepada pihak lain sejumlah efek pada harga dan dalam waktu tertentu.


Macam-macam Option

  • Option Call: Memberikan hak kepada pembeli option untuk membeli saham dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya, selama jangka waktu option tersebut.
  • Option put: Memberikan hak pembeli option untuk menjual saham dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya, selama jangka waktu option tersebut.

F. Surat Utang Negara (SUN)

Pengertian Surat Utang Negara

Surat Utang Negara merupakan surat berharga dari Negara Republik Indonesia yang berbentuk surat pengakuan utang dalam rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran pokok dan bunganya berdasarkan masa berlaku.


Jenis-jenis Surat Utang Negara

  • Surat Perbendaharaan Negara (SPN)
  • Obligasi Negara
  • Obligasi Ritel Indonesia (ORI)


Manfaat Penerbitan Surat Utang Negara

Surat Utang Negara memberikan peluang bagi investor dan pelaku pasar untuk melakukan diversifikasi portofolionya guna memperkecil risiko investasi.

Merupakan instrumen investasi yang bebas resiko gagal bayar, karena pembayaran bunga/kupon fan pokoknya dijamin oleh UU.SUN.

Produk Surat Utang Negara seperti obligasi Negara juga dapat dijadikan sebagai agunan dan dapat dijual setiap saat apabila membutuhkan dana.

Selasa, 15 Desember 2020

Transaksi Derivatif

PENGERTIAN DERIVATIF

Derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product) daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset.


TRANSAKSI DERIVATIF

Transaksi derivatif adalah Suatu transaksi derivatif yang merupakan sebuah perjanjian antara dua pihak yang dikenal sebagai counterparties (pihak-pihak yang saling berhubungan). Dalam istilah umum, transaksi derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya tergantung pada – diturunkan dari – nilai aset, tingkat referensi atau indeks.


Kegunaan Derivatif

Kegunaan utama dari derivatif ini adalah untuk mengalihkan risiko ataupun mengambil suatu risiko tergantung apakah posisinya sebagai hedger (pelaku lindung nilai) atau spekulator. Bermacam-macam rentang nilai antara aset acuan dan alternatif pembayaran menghasilkan beraneka kontrak derivatif yang diperdagangkan di pasaran.

  • Asuransi dan lindung nilai, Salah satu kegunaan derivatif adalah sebagai suatu alat untuk mengalihkan risiko. Contohnya, petani dapat menjual kontrak berjangka atas hasil panenan kepada spekulator sebelum panen dilakukan. Si petani melakukan lindung nilai atas risiko naik atau turunnya harga panenan dan si spekulator menerima pengalihan risiko ini dengan harapan imbalan yang besar. Sipetani mengetahui secara pasti nilai jual hasil panen yang akan diperolehnya kelak dan si spekulator akan memperoleh keuntungan apabila harga jual mengalami kenaikan namun apabila harga jual mengalami penurunan maka ia akan mengalami kerugian. 
  • Spekulasi dan arbitrasi, Arbitrasi atau juga dikenal dengan istilah asing "arbitrage" ini bisa diartikan sebagai suatu tindakan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan perbedaan antara satu aset acuan dan aset acuan lainnya misalnya dengan memanfaatkan perbedaan antara nilai Indeks LQ-45 (ILQ-45) di Bursa Efek Jakarta ( spot market ) dan nilai ILQ-45 pada KBIE di Bursa Efek Surabaya ( futures market ), jadi selain mengambil posisi di BES, juga harus mengambil posisi di BEJ sehingga secara simultan mengambil posisi yang berlawanan antara di BEJ dan BES. Spekulatordapat bertransaksi dengan spekulator lainnya juga dengan orang yang membutuhkan lindung nilai (hedger). Pada umumnya transaksi pasar pasar derivatif lebih didominasi oleh perdagangan spekulatif daripada perdagangan lindung nilai dalam artian yang sesungguhnya.


1. Forward

Pengertian Forward

Forward adalah Transaksi/kontrak membeli/menjual valuta asing lawan valuta lainnya pada tanggal valuta dimasa yang akan datang dengan harga/rate yang sudah ditentukan sekarang (pada tanggal kontrak).


2. Hadging

Pengertian Hadging

Hadging adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan resiko yang terkait dari langkah tertentu yang diambil seseorang.Dalam pasar uang atau dunia keuangan, hal ini banyak dilakukan untuk mengurangi potensi kerugian yang mungkin timbul dari resiko investasi yang dilakukan.

Hadging umumnya lebih dikenal dalam rangka transaksi yang terkait dengan perbankan.

Dalam sejarahnya, CBOT (Chicago Board of Trade) itu dibentuk tahun 1848 oleh para pengusaha pertanian di Amerika sebagai solusi atas fluktuasi harga komoditas biji-bijian (grains).


3. Swap

Pengertian Swap

Swap adalah Suatu kontrak untuk membeli/menjual sejumlah valuta asing (refference currency) terhadap valuta asing lainnya (non-refference currency) pada tanggal valuta tertentu dan secara bersamaan disepakati untuk menjual/membeli kembali jumlah tersebut di masa yang akan datang dengan harga yang telah ditetapkan.

Financial Instrument, Derevatif securities, Option dan Future

 1. Financial Instrument

Pengertian Financial Instrument

Instrumen keuangan atau yang dikenal dengan Financial Instrument adalah setiap perjanjian yang menciptakan aset keuangan dari satu entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas dari entitas lain.


Jenis-jenis Financial Instrument

  • Instrumen Kualitas: Instrumen ekuitas itu sendiri merupakan setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.
  • Keuangan Derivatif: Keuangan derivatif dikembangkan secara luas sebagai sarana untuk mengelola resiko keuangan, terutama ketika votalitas nilai-nilai instrumen keuangan yang mendasarinya tinggi.


Klasifikasi Financial Instrument

  • Aset Keuangan
  • Liabilitas Keuangan


2. Derevatif Securities

Pengertian Derevatif Securities

Derevative Securities (Sekuritas derivative) adalah suatu instrumen keuangan yang merupakan turunan (derivative asset) dari instrumen utamanya (underlying asset) baik efek yang bersifat penyertaan maupun hutang.


Manfaat Derivatif

Berikut ini beberapa manfaat dari derivatif, diantaranya:

  • Meminimalisir Risiko merupakan manfaat utama dari adanya sekuritas derivatif.
  • Memperbesar Keuntungan jika sekuritas derivatif mampu meminimalisir risiko berarti dapat memperbesar keuntungan para pemegangnya.
  • Mengamankan Investasi sekuritas derivatif merupakan upaya stabilisasi investasi dan jaminan laba bagi para investor.


Jenis-jenis Securitas Derivatif

a. Warrant

b. Right

c. Option

d. Forward

e. Future


a. Warrant

Warrant merupakan instrumen turunan dari saham atau obligasi. Warrant adalah salah satu surat beharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan dengan harga tertentu selama periode tertentu pula.

b. Right

Right merupakan produk turunan dari saham. Kebijakan right merupakan upaya emiten atau pihak perusahaan yang menerbitkan saham untuk menambah jumlah saham yang beredar, guna menambah modal bagi perusahaan.

c.Option

Opsi adalah kontrak yang memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang kontrak itu untuk membeli (call option) atau menjual (put option) suatu aset tertentu dengan harga tertentu (strike price/exercise price) dalam jangka waktu tertentu.

d. Forward

Forward pada dasarnya adalah suatu perjanjian untuk membeli atau menjual sebuah aset dengan harga tertentu untuk penyerahan di masa depan. Aset yang diperjualbelikan bisa saja komoditas ataupun aset-aset keuangan.

e. Future

Future contract adalah kontrak standar antara dua pihak untuk membeli (long position) atau menjual (short position) suatu aset dengan harga tertentu (delivery price) untuk penyerahan di masa depan melalui mekanisme bursa yang terorganisasi.


3. Option dan Future

Pengertian Option

Option adalah suatu kontrak antara dua pihak dimana salah satu pihak (sebagai pembeli) mempunyai hak tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual suatu asset atau efek tertentu dengan harga yang telah ditentukan, pada atau sebelum waktu yang ditentukan, dari atau ke pihak lain (sebagai penjual). 


Pelaku Transaksi Perdagangan Option

  1. Pasar uang antar bank (PUAB)
  2. Selain perbankan, dunia usaha juga memiliki peran penting di pasar valuta asing.
  3. Perusahaan manajemen investasi.
  4. Demikian juga dengan pialang valuta asing adalah perusahaan yang didirikan khusus untuk melakukan kegiatan jasa perantara bagi untuk kepentingan nasabahnya di bidang pasar uang.
  5. Pelaku pasar yang terakhir adalah investor atau trader perseorangan (retail).


Mekanisme Perdagangan Option

  • Sama seperti sekuritas lainnya, sekuritas opsi juga bisa di-perdagangkan pada bursa efek atau bursa paralel (over the counter market).
  • Pada perdagangan opsi, ada sejenis lembaga kliring opsi (option clearing corporation/OCC) yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembeli dengan pihak yang menjual opsi.
  • Transaksi pelaksanaan opsi dilakukan dengan menggunakan perantara OCC, dimana OCC menjadi pembeli untuk semua penjual dan sekaligus menjadi penjual untuk setiap pembeli.


Pengertian Future

Futures adalah salah satu tipe instrumen keuangan derivatif atau kontrak finansial yang berisi tentang pembelian atau penjualan komoditas atau suatu aset instrumen keuangan dua pihak dengan harga tertentu, dengan janji pengiriman pada waktu di masa yang akan datang.


Pelaku Perdagangan Future

1. Hedger

2. Spekulator


Mekanisme Perdagangan Future

  • Anggota bursa berjangka juga menjadi anggota central clearinghouse.
  • Sistem perdagangan terintegrasi dengan sistem setelmen.
  • Anggota bursa berdagang di antara mereka dengan pihak lawan central clearing.
  • Masyarakat investor berdagang lewat perusahaan perantara Investor berhubungan dengan perantara. Perantara melakukan order investor dengan cara bergdagang di antara anggota bursa di Bursa Komoditas.
  • Anggota bursa (perantara) meyelesaikan pembayaran dan penyerahan barang lewat central clearing.

Perilaku Investor

Pengertian Perilaku Investor

Perilaku dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam semua aktivitas manusia. Kaitannya dalam pelaku investor dapat dijelaskan bahwa perilaku investor merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh investor secara langsung terlibat dalam proses berinvestasinya.


Jenis-jenis Perilaku Investor di Pasar Modal
  • Individualist
  • Guardians
  • Straight Arrows
  • Adventurers
  • Celebrities

Individualist

Perilaku ini terdiri dari orang-orang yang cenderung untuk bekerja sendiri dan tidak peduli pada keputusan investasi orang lain (jadi merupakan kebalikan dari perilaku yang cenderung untuk mengikuti arus). Mereka cenderung menghindari risiko yang tinggi dan tidak keberatan untuk menghadapi risiko yang moderat.

Guardians

Pola perilaku investor yang beranggotakan investor “matang”, mereka lebih berpengalaman serta berpengetahuan relatif luas. Cenderung mereka sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Ketika mereka didampingi oleh financial advisor, maka pendampingnya itu akan dijadikan teman berdiskusi. Jika ternyata terjadi ”kesalahan” keputusan investasi, kelompok ini cenderung tidak mengkambinghitamkan orang lain, karena merasa telah terlibat langsung dalam proses pemilihan investasi. Mereka yang ada di dalam perilaku kelompok ini pada umumnya lebih bersifat Risk Averse.

Straight Arrows

Mereka yang tergabung dalam kelompok ini kadang-kadang bersifat sangat Risk Averse, dan terkadang sebaliknya. Suatu ketika mereka mengambil keputusan atas dasar kepercayaan pada kemampuan diri sendiri seperti halnya kelompok individualists, tetapi pada waktu lain lebih menampakkan Sifat Follow The Crowd.

Adventurers

Investor yang tergolong pada poin ini umumnya tidak memperdulikan risiko, bahkan cenderung untuk menyukai risiko (Risk Takers). Mereka cenderung untuk tidak memperdulikan nasihat para financial advisors karena berbeda pandangan tentang risiko.

Celebrities

Perilaku Kelompok ini selalu ingin tampil, menonjol, dan menjadi pusat perhatian. Mereka seringkali tidak terlalu peduli pada perhitungan untung-rugi investasi, asalkan keputusan mereka untuk membeli atau menjual surat berharga dilihat dan didengar oleh orang banyak. Dan mereka tergolong dalam kecenderungan Risk Takers.

Faktor penting dalam menentukan pilihan investasi pada instrumen obligasi dilihat dari sisi resiko.
  1. Default Risk (Risiko gagal bayar).
  2. Tingkat Suku Bunga. 
  3. Risiko Pembelian Kembali (Call Risk). 
  4. Biaya Investasi. 
  5. Pengaruh Deposito. 
  6. Risikoo Likuiditas.
  7. Inflasi.