Senin, 04 Mei 2020

Akad Murabahah

A. Pengertian Jual beli

Jual beli adalah memindahkan milik dengan ganti (iwad) yang dapat dibenarkan (sesuai syari’ah). Pertukaran dapat dilakukan antara uang dengan barang, barang dengan barang yang biasa kita kenal dengan barter dan uang dengan uang Pertukaran uang dengan barang atau jual beli dapat dilakukan baik secara tunai ataupun pembelian tangguh.

B. Pengertian Akad Murabahah

Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati antara penjual dan pembeli. Yang membedakan murabahah dengan penjualan yang biasa kita kenal adalah penjual secara jelas memberi tahu kepada pembeli berapa harga po56kok barang tersebut dan berapa besar keuntungan yang diinginkannya.

C. Karakteristik Akad Murabahah
  1. Proses pengadaan barang murabahah (aktiva murabahah) harus dilakukan oleh penjual.
  2. Jika penjual hendak mewakilkan kepada nasabah (wakalah) untuk membeli barang dari pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang menjadi milik penjual.
  3. Penjual dapat meminta uang muka pembelian kepada pembeli sebagai bukti keseriusannya ingin membeli barang tersebut. Uang muka menjadi bagian pelunasan piutang murabahah jika akad murabahah disepakati.
  4. Jika penjual mendapat diskon sebelum akad maka diskon tersebut menjadi hak pembeli. Apabila diskon diberikan setelah akad, maka diskon yang didapat akan menjadi hak pembeli atau hak penjual sesuai dengan kesepakatan mereka di awal akad. Jika akad tidak mengatur, maka diskon tersebut menjadi hak penjual.
  5. Diskon yang terkait dengan pembelian barang, antara lain meliputi (PSAK No. 102 par 11): Diskon dalam bentuk apapun dari pemasok atas pembelian barang. Diskon biaya asuransi dari perusahaan asuransi dalam rangka pembelian barang. Komisi dalam bentuk apapun yang diterima terkait dengan pembelian barang.
  6. Cara Pembayaran dapat dilakukan tunai atau tangguh.
  7. Untuk Murabahah tangguh, pembayaran dilakukan secara tangguh.
  8. Jika pembeli melunasi tepat waktu atau lebih cepat dari periode yang telah ditetapkan, maka penjual boleh memberikan potongan. Tetapi, besarnya potongan ini tidak boleh diperjanjikan diawal akad. 
  9. Apabila pembeli tidak dapat membayar utangnya sesuai dengan waktu yang ditetapkan, pembeli tidak boleh didenda atas keterlambatan Kecuali pembeli tersebut tidak membayar karena lalai.
  10. Apabila pembeli mengalami kesulitan keuangan, maka penjual hendaknya memberi keringanan. Keringanan dapat berupa: Menghapus sisa tagihan. Membantu menjualkan obyek murabahah pada pihak lain atau melakukan restrukturisasi piutang.
  11. Restrukturisasi piutang bisa dalam bentuk: Memberi potongan sisa tagihan, sehingga jumlah angsuran menjadi lebih kecil. Melakukan penjadualan ulang (rescheduling), dimana jumlah  tagihan yang tersisa tetap (tidak boleh ditambah) dan perpanjangan masa pembayaran disesuaikan dengan kesepakatan kedua pihak sehingga besarnya angsuran menjadi lebih kecil. Mengkonversi akad murabahah, dengan cara menjual obyek murabahah kepada penjual sesuai dengan nilai pasar, kemudian dari uang yang ada digunakan untuk melunasi sisa tagihan. Kelebihannya (bila ada) digunakan sebagai uang muka akad ijarah atau sebagai bagian modal dari akad mudharabah musytarakah atau musyarakah. Sebaliknya, kekurangannya tetap menjadi utang pembeli yang cara pembayarannya  disepakati bersama.
  12. Sebaiknya, penjualan tidak tunai (tangguh) dibuatkan kontrak/perjanjiannya secara  tertulis dan dihadiri saksi-saksi. Kontrak memuat antara lain besarnya utang pembeli, jangka waktu akad, besarnya angsuran setiap periode, jaminan, siapa yang berhak atas diskon pembelian barang setelah akad dan lain sebagainya. Untuk menghindari resiko, penjual dapat meminta jaminan.

D. Jenis Murabahah
  1. Murabahah dengan pesanan. Dalam murabahah jenis ini, penjual melakukan pembelian barang setelah ada pemesanan dari pembeli. Murabahah dengan pesanan dapat bersifat mengikat atau tidak mengikat pembeli untuk membeli barang yang dipesannya. Kalau bersifat mengikat berarti pembeli harus membeli barang yang dipesannya dan tidak dapat membatalkan pesanannya.
  2. Murabahah tanpa pesanan. Murabahah jenis ini bersifat tidak mengikat dan pembeli dapat membatalkan akad pembelian.

Skema Murabahah

E. Dasar Syariah

1. Al-Quran

Hai orang-orang yang beriman!,janganlah kamu saling memakan (mengambil) harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela diantaramu...” (QS 4:29)

Hai orang-orang yang beriman penuhilah akad-akad itu...” (QS: 5)

Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.” (QS.2:275)

Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai ia berkelapangan.” (QS.2:280)

”...dan tolong menolonglah dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa...” (QS 5:2)

Hai orang yang beriman!, Jika kamu melakukan transaksi utang piutang untuk jangka waktu yang ditentukan, tuliskanlah...” (QS  2:282)

2. As-Sunnah

Dari Abu Sa‘id Al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya jual beli itu harus dilakukan suka sama suka.” (HR. al-Baihaqi, Ibnu Majah, dan shahih menurut Ibnu Hibban)

Rasulullah saw bersabda, ”Ada tiga hal yang mengandung keberkahan: jual beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah) dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah tangga bukan untuk dijual.” (HR.Ibnu Majah dari Shuhaib)

Allah mengasihi orang yang memberikan kemudahan bila ia menjual dan membeli serta di dalam menagih haknya.” (Dari Abu Hurairah)

Orang yang melepaskan seorang muslim dari kesulitannya di dunia, Allah akan melepaskan kesulitannya di hari kiamat; dan Allah senantiasa menolong hamba Nya selama ia (suka) menolong saudaranya.” (HR Muslim)

Menunda-nunda (pembayaran) yang dilakukan oleh orang mampu menghalalkan harga diri dan pemberian sangsi kepadanya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Penundaan (pembayaran) yang dilakukan oleh orang mampu adalah suatu kezaliman.” (HR Bukhari & Muslim)

Sumpah itu melariskan barang dagangan, akan tetapi menghapus keberkahannya.” (HR Al Bukhari)


F. Rukun jual beli
  1. Pelaku terdiri dari pembeli dan penjual .
  2. Obyek jual beli berupa barang yang diperjual belikan.
  3. Ijab kabul /serah terima.

G. Ketentuan Syariah

1. Pelaku
  • Ada penjual dan pembeli .
  • Cakap hukum (Berakal dan dapat membedakan).
  • Akad anak kecil dianggap sah, apabila seizin walinya.
2. Obyek Jual Beli
  • Barang yang diperjualbelikan harus dapat diambil manfaatnya.  
  • Barang dimiliki oleh penjual.
  • Barang dapat diserahkan tanpa tergantung dengan
  • kejadian tertentu dimasa depan.
  • Barang dapat diketahui kuantitasnya dengan jelas
  • Barang dapat diketahui kualitasnya dengan jelas
  • Harga barang tersebut jelas.
  • Barang secara fisik ada ditangan penjual.
3. Ijab Kabul
  • Ijab kabul dapat dilakukan secara lisan atau tertulis.
  • Ekspresi saling ridha/rela antara penjual dan pembeli terhadap barang yang dan jual dan harganya. Apabila salah satu dari mereka ada unsur terpaksa (ikrah) atau ada unsur penipuan (tadlis) atau ada ketidaksesuaian (gharar) obyek akad maka jual beli menjadi tidak sah karena prinsip saling ridha/rela tidak terpenuhi. Dalam hal terjadi ketidaksesuaian obyek akad, pelaku boleh memilih untuk membatalkan akad atau melanjutkannya. Dalam hal terjadi paksaan apabila bertujuan untuk kepentingan umum dibolehkan.

H. Akuntansi Untuk Penjual

Pada saat perolehan, aset murabahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya perolehan  
Dr. Aset Murabahah             xxx
     Cr. Kas                                          xxx

Jika terjadi penurunan nilai untuk murabahah pesanan mengikat, akan ditanggung penjual 
Dr. Beban                              xxx
     Cr. Aset Murabahah                      xxx

Jika terjadi penurunan nilai untuk murabahah pesanan tidak mengikat 
Dr. Kerugian                         xxx
     Cr. Aset Murabahah                      xxx

Apabila terdapat diskon pada saat pembelian aset murabahah, maka:
(a) Akan menjadi pengurang biaya perolehan aset murabahah, jika terjadi sebelum akad murabahah, Jurnal: 
Dr. Aset Murabahah (net)     xxx
     Cr. Kas                                          xxx

(b) Menjadi kewajiban kepada pembeli, jika terjadi setelah akad murabahah dan sesuai akad yang disepakati menjadi hak pembeli;  
Dr. Kas                                  xxx
      Cr. Utang                                     xxx

(c) Menjadi tambahan keuntungan murabahah, jika terjadi setelah akad murabahah dan seusai akad menjadi hak penjual. 
Dr. Kas                                        xxx
      Cr. Keuntungan Murabahah             xxx

(d) Pendapatan operasi lain, jika terjadi setelah akad murabahah dan tidak diperjanjikan dalam akad.
Dr. Kas                                                xxx
      Cr. Pendapatan Operasional lain              xxx

Kewajiban penjual kepada pembeli atas pengembalian potongan tersebut akan tereliminasi pada saat: 
(a) Dilakukan pembayaran kepada pembeli.
Jurnal: 
Dr. Utang                xxx
      Cr. Kas                         xxx

(b) Akan dipindahkan sebagai dana kebajikan jika pembeli sudah tidak dapat dijangkau oleh penjual: Dr. Utang                                                        xxx
      Cr. Kas                                                                    xxx
Dr. Dana kebajikan - kas                                xxx
      Cr. Dana Kebajikan - Pendapatan denda                xxx

Pada saat akad murabahah, piutang diakui sebesar biaya perolehan ditambah dengan keuntungan yang disepakati. Pada akhir periode laporan keuangan, piutang murabahah dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi (sama dengan akuntansi konvensional).  
Dr. Beban Piutang tak tertagih               xxx
      Cr. Penyisihan piutang tak tertagih              xxx

Keuntungan murabahah diakui:
(a) Pada saat terjadinya akad murabahah jika dilakukan secara tunai atau secara tangguh sepanjang masa angsuran murabahah tidak melebihi satu periode laporan keuangan dapat langsung diakui. 
Jurnal: 
 Dr. Kas                                xxx
 Dr. Piutang Murabahah       xxx
       Cr. Aset Murabahah                  xxx
       Cr. Keuntungan                         xxx

(b) Namun apabila lebih dari satu periode, maka:

(1) Keuntungan diakui saat penyerahan aset murabahah dengan syarat apabilarisiko penagihannya kecil, jurnal sama dengan butir a.

(2) Diakui secara proporsional dengan besaran kas yang berhasil ditagih dari piutang murabahah.
Jurnal pada saat penjualan kredit dilakukan:
Dr. Piutang Murabahah                   xxx
      Cr. Aset Murabahah                              xxx
      Cr. Keuntungan tangguhan                    xxx

Pada saat penerimaan angsuran :
Dr. Kas                                            xxx
      Cr. Piutang Murabahah                         xxx
Dr. Keuntungan tangguhan             xxx
      Cr. Keuntungan Murabahah                  xxx

(3) Keuntungan diakui saat seluruh piutang murabahah berhasil ditagih, dicatat dengan cara yang sama pada point (2) hanya saja jurnal pengakuan keuntungan saat penerimaan angsuran dibuat saat seluruh piutang telah selesai ditagih.

Potongan pelunasan piutang murabahah diberikan pada saat pelunasan, diakui sebagai pengurang keuntungan murabahah dan dapat dilakukan dengan cara:  
(a) Diberikan pada saat pelunasan. 
jurnal:
Dr. Kas                                            xxx
Dr. Keuntungan Ditangguhkan       xxx
      Cr. Piutang Murabahah                          xxx
      Cr. Keuntungan murabahah                   xxx
(net setelah dikurangi potongan pelunasan)

(b) Memberikan setelah pelunasan (penjual menerima pelunasan dan membayarkan potongan kepada pembeli). 
Jurnal pada saat penerimaan piutang dari pembeli:
Dr. Kas                                            xxx
Dr. Keuntungan Ditangguhkan       xxx
      Cr. Piutang Murabahah                          xxx
      Cr. Keuntungan murabahah                   xxx

Pada saat pengembalian kepada pembeli:
Dr. Keuntungan murabahah           xxx
      Cr. Kas                                                   xxx

Jika potongan diberikan karena adanya penurunan kemampuan pembayaran pembeli diakui sebagai beban. 
Dr. Kas                                           xxx
Dr. Keuntungan Ditangguhkan      xxx
Dr Beban                                        xxx
     Cr. Piutang Murabahah                          xxx
     Cr. Keuntungan Murabahah                   xxx

Denda dikenakan jika pembeli lalai dalam melakukan kewajibannya, dan denda yang diterima diakui sebagai bagian dana kebajikan.  
Dr. Dana Kebajikan - Kas                                    xxx
      Cr. Dana Kebajikan - Pendapatan denda                   xxx

Pengakuan dan pengukuran uang muka:
  • Uang muka diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima.
  • Pada saat barang jadi dibeli oleh pembeli maka uang muka diakui sebagai pembayaran piutang (merupakan bagian pokok).
  • Jika barang batal dibeli oleh pembeli maka uang muka dikembalikan kepada pembeli setelah diperhitungkan dengan biaya biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual.  
Jurnal yang terkait dengan penerimaan uang muka:
(a) Penerimaan uang muka dari pembeli:
Dr. Kas                                                            xxx
      Cr. Utang lain-uang muka murabahah                  xxx
(b) Apabila murabahah jadi dilaksanakan:
Dr. Utang lain-uang muka murabahah            xxx
      Cr. Piutang Murabahah                                         xxx

Sehingga untuk penentuan marjin keuntungan diberdasarkan atas nilai piutang (harga jual kepada pembeli setelah dikurangi uang muka).

Pesanan dibatalkan, jika uang muka yang dibayarkan oleh calon pembeli lebih besar daripada biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual dalam rangka memenuhi permintaan calon pembeli maka selisihnya dikembalikan pada calon pembeli.
Dr. Utang lain-uang muka murabahah       xxx 
      Cr. Pendapatan operasional                              xxx
      Cr. Kas /Utang                                                  xxx

Pesanan dibatalkan, jika uang muka yang dibayarkan oleh calon pembeli lebih kecil daripada biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual dalam rangka memenuhi permintaan calon pembeli, maka penjual dapat meminta pembeli untuk membayarkan kekurangannya. 
Dr. Kas/Piutang                                         xxx
Dr. Utang lain-uang muka murabahah      xxx
      Cr. Pendapatan operasional                             xxx

Pesanan dibatalkan, dan perusahaan menanggung kekurangan nya atau uang muka sama dengan beban yang dikeluarkan:
Dr. Utang lain-uang muka murabahah      xxx
      Cr. Pendapatan operasional                             xxx

Penyajian

Piutang murabahah disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan: saldo piutang murabahah dikurangi penyisihan kerugian piutang. Margin murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (contra account) piutang murabahah. 
Pengungkapan 

Penjual mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi tidak terbatas pada: 
  • Harga perolehan aset murabahah .
  • Janji pemesanan dalam murabahah berdasarkan pesanan sebagai kewajiban atau bukan.
  • Pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No. 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

I. Akuntansi Untuk Pembeli

Aset yang diperoleh melalui transaksi murabahah diakui sebesar biaya perolehan murabahah tunai. 
Dr. Aset          xxx
      Cr. Kas               xxx

Utang yang timbul dari transaksi murabahah tangguh diakui sebagai hutang murabahah sebesar harga beli yang disepakati (jumlah yang wajib dibayarkan), aset dicatat sebesar biaya perolehan tunai dan selisih antara harga beli yang disepakati dengan biaya perolehan tunai diakui sebagai beban murabahah tangguhan. 
Dr. Aset                                             xxx
Dr. Beban Murabahah Tangguhan    xxx
      Cr. Utang murabahah                             xxx

Jika ada uang muka
Dr. Uang muka                                  xxx
      Cr. Kas                                                   xxx
Dr. Aset                                             xxx
Dr. Beban Murabahah Tangguhan    xxx
      Cr. Uang Muka                                      xxx
      Cr. Utang Murabahah                            xxx

Potongan uang muka akibat pembeli batal membeli barang diakui sebagai kerugian.
Dr. Kas                         xxx
Dr. Kerugian                xxx
 Cr. Uang Muka                      xxx

Beban murabahah tangguhan diamortisasi secara proporsional sesuai dengan porsi pelunasan utang murabahah.
Dr. Utang murabahah                               xxx
      Cr. Kas                                                            xxx
Dr. Beban                                                  xxx
      Cr. Beban Murabahah Tangguhan                  xxx

Diskon pembelian yang diterima setelah akad murabahah, diperlakukan sebagai pengurang beban murabahah tangguhan.
Jurnal Diskon pembelian yg diterima setelah akad Murabahah:
Dr. Kas                                                     xxx
      Cr. Beban Murabahah Tangguhan                 xxx

Jurnal potongan pelunasan dan potongan hutang murabahah:
Dr. Utang Murabahah                              xxx
Dr. Beban                                                 xxx (alokasi BMT- potongan)
      Cr. Kas                                                           xxx
      Cr. Beban Murabahah Tangguhan                 xxx

Denda yang dikenakan akibat kelalaian dalam melakukan kewajiban sesuai dengan akad diakui sebagai kerugian.
Dr. Kerugian             xxx
      Cr. Kas/Utang               xxx

Penyajian

Beban murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (contra account) utang murabahah.

Pengungkapan

Pembeli mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi tidak terbatas pada:
  • Nilai tunai aset yang diperoleh dari transaksi murabahah.
  • Jangka waktu murabahah tangguh.
  • Pengungkapan yang diperlukan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

4 komentar: